Durian..manis, dan PAHITnya…?
Di sekitar awal tahun biasanya di Ambon merupakan musim buah yang banyak digandrungi orang… ya, musim DURIAN!! Buah yang memiliki nama latin Durio zibethinus merupakan jenis tanaman monokotil yang mampu tumbuh hingga ketinggian mecapai belasan meter.
Rasanya yang manis dan terkadang sedikit pahit membuat banyak kalangan yang tergila-gila dengan buah yang satu ini. Hingga banyak orang gak sayang merogoh sakunya cukup dalam demi mencicipi nikmatnya rasa buah durian.. Buah yang memiliki kandungan beberapa vitamin seperti vit.B1,B2,dan vit.C ini merupakan tumbuhan tropik asal Asia Tenggara.
Namun sayang, dibalik nikmatnya rasa durian ternyata menyisakan kepahitan bagi di lingkungan kita. Hal ini karena masalah limbah KKD (kulit kosong durian) yang dibuang secara sembarangan bahkan terkesan sporadis bertebaran di berbagai tempat. Padahal, kemampuan alam untuk mencerna sampah-sampah tersebut (ato biasa dikenal daya dukung lingkungan) cukup lama…
Ketika berjalan di sekitar kawasan kota Ambon, ada pemandangan yang menarik untuk disimak mengingat topik buah yang banyak dicari ini. Foto di bawah ini menggambarkan betapa masyarakat yang sudah puas menikmati ‘isi’ buah yang berordo Malvales dan termasuk family Malvaceae ini banyak ditemukan berserakan memenuhi daerah seputar pantai Teluk Ambon Luar..
Tumpukan sampah KKD yang menggunung mengakibatkan pemandangan yang kurang sedap di sekitar tepian pantai tersebut. Bayangkan jika hal ini berlangsung hampir setiap hari, setiap tempat, setiap kesempatan… maka jadilah malapetaka menimpa kita tatkala alam sudah tidak kuasa menahan beban buangan ini.
Di sekitar jalan kota pun, saya sangat sangat sering melihat limbah KKD bertebaran. Tergeletak di setiap jalanan yang sepi, berserakan di dekat pojokan pedagang buah, dan sembunyi berkerumun di lubang selokan yang dingin berbau..
Pemandangan ini tampak di hampir seluruh wilayah pemukiman, dan di daerah yang padat penduduk akan berakibat buruk ketika hujan melanda. Apalagi sebentar lagi musim timur akan tiba di kota Ambon, jadi bersiaplah menyongsong banjir yang kemungkinan akan datang kembali…







habis manis sepah dibuang..
duren gratis tak kunjung datang..
beliin donk om…, ntar kulitnya ta simpen, nggak dibuang sembarangan.. bener..
yayaya, bener tuch..udah waktunya kita sadar diri untuk menjaga lingkungan, padahal kan ga susah kalau diniati..tinggal cari tempat sampah trus masukin sampah ke tong sampahnya. tapi bagi kebanyakan orang ternyata itu memang hal yang sulit sekalee, udah jadi budaya sich. seandainya tiap orang memiliki jiwa conservationist, indahnya bumi ini!! kita mulai dari diri kita yuk, dan keluarga kecil kita.
Iya, beliin dunk pakde, ntar kulitnya juga ta simpen, buat pajangan di halaman depan rumah deah, atau buat kerajinan tangan…yayaya.