PEMBANTAIAN IKAN PAUS secara MASSAL

•December 7, 2011 • Leave a Comment

Mungkin tak ada yang menyangka kalau ternyata hal berikut merupakanm suatu fenomena yang biasa dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang tinggal di Pulau Faroe  yang merupakan bagian dari kerajaan Denmark. Pulau Faroe terletak di sebelah utara Eropa yang berbatasan dengan Laut Norwegia dan Samudra Atlantik bagian utara (http://en.wikipedia.org/wiki/Faroe_Islands).

Kebiasaan masyarakat Faroe secara turun temurun sejak 1584 adalah melakukan pembunuhan terhadap ikan paus secara besar-besaran yang dikelnal dengan istilah “Grindadrap”. Meskipun mendapatkan protes keras dari berbagai organisasi pecinta binatang namun tampaknya budaya biadab tersebut masih tetap berlangsung dengan alasan melestarikan kebudayaan leluhur.

Continue reading ‘PEMBANTAIAN IKAN PAUS secara MASSAL’

Advertisements

Hutan 2 Dunia — Kekayaan Alam Indonesia

•August 15, 2011 • 1 Comment

Mungkin kita telah sangat kenal dengan “HUTAN”…

Hutan yang kita kenal merupakan habitat berbagai makhluk dari mulai organisme sel tunggal hingga organisme mega-size. Tak dipungkiri hutan yang ada di Indonesia merupakan salah satu kekayaan dunia yang patut untuk dilestarikan. Sebab hutan kita merupakan salah satu paru-paru dunia, yang bekerja menyediakan kebutuhan oksigen bagi seluruh makhluk hidup di dunia.

Sebagai hutan hujan tropis, Indonesia jelas memiliki peranan yang sangat signifikan bagi kesehatan dunia karena luas hutan Indonesia yang menurut hasil pencitraan pada tahun 2005 mencapai 93,92 juta Ha (wikipedia.org). bisa dibayangkan, berapa banyak CO2 yang bisa tertangkap oleh hutan Indonesia??bagaimana kalau dikalkulasi dengan dampak kesehatan lingkungannya? dan berapa nilai ekonomi yang disumbangkan oleh hutan Indonesia dari hasil jasa recovery carbon sinking!… sungguh kekuatan alam yang dahsyat tentunya.

Yang sering atau bahkan mungkin belum orang sadari adalah bahwasannya Indonesia memiliki hutan yang lain, yang tak kalah potensial sebagai sarana “carbon sinking”… hal ini didasarkan atas kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara maritim…

LAUT juga merupakan HUTAN….

Laut tidak sekedar hanya kumpulan massa air, tapi di dalamnya terdapat berbagai macam makhluk fotosintetik yang mampu melakukan proses fotosintesis. Artinya menangkap CO2 dan melepaskan O2…Ini berarti bahwa meskipun organisme seperti alga, bakteri, dll yang walau secara kasat mata tidak terlihat namun karena laut Indonesia sangat luas, jadi secara kolektif keberadaannya sangat berpengaruh besar. Maka proporsi tingkat penyerapan CO2 di wilayah Indonesia akan makin tinggi, jika kita melihat laut sebagai hutan juga.

Dengan luas laut yang mencapai 5,8 juta km2 tentu massa airnya akan sangat banyak sekali terutama di wilayah tertentu laut Indonesia termasuk kelompok laut dalam seperti daerah Indonesia Timur. Jika kita kalkulasi dengan jumlah makhluk hidup seperti fitoplankton yang menghuni kolom air maka akan dapat dibayangkan betapa besar jumlah karbon yang dapat diserap oleh laut Indonesia.

Namun, setiap kali ada masalah kerusakan hutan entah itu karena kesengajaan ataupun tidak, maka mata dunia lantas menunjuk lurus dengan angkuh seolah kita menghancurkan peradaban dunia…padahal kalau jujur mungkin selama ini dunia kurang begitu sadar akan “jasa” indonesia lewat hutannya yang telah berlangsung ratusan tahun turut memelihara kesegaran dunia. bayangkan dengan negara-negara “penuding” yang umumnya merupakan negara maju yang notabene sebagai negara penghasil emisi CO2 terbesar pada dunia??sungguh tepat pepatah untuk menggambarkan mereka bagai semut diujung lautan dapat dilihat tapi GAJAH dipelupuk mata tidak tampak!

Nah, pertanyaannya adalah…patutkah kita tetap didikte oleh negara lain yang justru miskin hutannya ketika kita mengalami permasalahan hutan, misal kebakaran yang acapkali kita derita. padahal hutan kita sangat cukup untuk me-recovery semua polusi karbondiokksida yang dihasilkan oleh negara ini, sehingga seharusnya mereka yang miskin hutannya hendaknya mengikuti proporsi recovery hutan mereka dalam usaha menghasilkan emisi CO2. Jadi kan terasa lebih adil…

Warning..Keanekaragaman Hayati kita TERANCAM!

•February 24, 2011 • Leave a Comment

Keanekaragaman hayati merupakan modal penting bagi Indonesia karena kita merupakan negara yang disebut “mega biodiversitas”. Namun, seiring berjalannya waktu, dengan makin intens-nya proses pembangunan yang tidak berpihak pada sisi lingkungan dan budaya, maka lambat laun julukan tersebut akan kita lepas seperti gelar negara “AGRARIS” yang dulu pernah dibanggakan.

Tingginya kearagaman hayati yang kita miliki merupakan modal bagi perkembangan berbagai bidang, termasuk pertanian, peternakan, perikanan, medis, bahkan teknologi masa depan (hi-tech).

Kita perlu tahu, bahwa bahan pangan yang sehari-hari kita konsumsi merupakan hasil berbagai tahap pemuliaan mulai dari seleksi,  persilangan, bahkan mutasi. padi yang kita tanam sekarang merupakan hasil pemuliaan dari sejenis alang-alang yang kalau kita perhatikan sangat rendah produktivitasnya. begitu pula jagung dan tanaman lainnya, berasal dari tetua yang sangat jauh produktivitasnya.

Keanekaragaman hayati makin menurun seiring perkembangan zaman

Seiring dengan adanya proses pemuliaan ini, maka jenis tanaman pertanian seperti padi liar telah ditinggalkan oleh masyarakat mengingat produktivitasnya yang rendah. Disadari ata tidak, hal ini merupakan proses punahnya sumber daya genetik dari padi liar. Secara produktivitas/dari pandangan ekonomi, padi liar memang tidak memiliki alasan untuk dibudidayakan, namun dari segi kekayaan sumberdaya hayati (genetik) hal ini justru tidak bijaksana.

Continue reading ‘Warning..Keanekaragaman Hayati kita TERANCAM!’

Mengenal SPONGE

•May 30, 2009 • 4 Comments

spongeSponge merupakan hewan sederhana yang termasuk dalam filum porifera. Sebagai porifera, sponge memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Strukturnya asimetri atau simetri (radial)
  • Tersusun atas 3 jenis sel; pinacocytes, choanocytes, dan mesohyl
  • Memiliki rongga, sebagai tempat terjadinya sirkulasi air selama proses pencarian bahan makanan
  • Tidak memiliki jaringan atau organ tubuh

Sebagai hewan yang tergolong ‘purba’ karena strukturnya yang sederhana, maka cara hidupnya juga relatif simpel karena tidak memiliki organ tubuh. Sponge biasanya mendapatkan suplay makanan dari lingkungan sekitarnya atau organisme yang berasosiasi dengannya.

Sebagai hewan berongga, kemampuannya sangat menakjubkan karena mampu menyaring air dalam volume besar dengan struktur tubuh yang terbatas. Hal ini sangat membantu dalam mengatasi jumlah partikel tersuspensi akibat intrusi dari daratan atau lumpur yang terbawa arus sehingga mengurangi tingkat kekeruhan, ini sangat menolong kehidupan karang karena kondisi perairan terjaga baik.

Continue reading ‘Mengenal SPONGE’

Peranan Laut dalam Perkembangan Iklim Global

•May 24, 2009 • 3 Comments

Sudah lama dikenal bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan, luas negara lebih besar lautnya dibanding daratan. Posisi Indonesia yang berada di persimpangan Samudra Hindia dan Pasifik menjadikan posisi yang sangat penting dari segi kelautan. Karena laut Indonesia merupakan tempat alur pertukaran masa air dari kedua samudra tersebut.

wikipediaPeranan arus lintas Indonesia (ARLINDO) atau “Indonesian Through Flow” menempati peran yang penting dalam perkembangan iklim dunia. hal ini dikarenakan perairan nusantara merupakan pintu perlintasan pertukaran massa air dari samudera Pasifik menuju samudera Hindia. Siklus yang terjadi sebagai bagian dari “Great Ocean Conveyor Belt” yaitu siklus global pergerakan lautan dunia.

Arti penting siklus global perairan laut adalah peranannya terhadap perkembangan dan perubahan iklim dunia

ConvBelt_stripDengan mengamati diagram disamping, tampak perputaran massa air antara 3 samudera (Pasifik, Hindia, dan Atlantik). Selama proses siklus tersebut, ‘sabuk’ raksasa tersebut terbagi atas 2 perbedaan mendasar yaitu shallow current (arus atas) dan deep current (arus bawah).

Great Ocean Conveyor Belt sejatinya merupakan Thermohaline Circulation (THC), yaitu merujuk pada faktor penggerak yang membentuk siklus global tersebut. THC terjadi karena dorongan perbedaan densitas air laut secara global sebagai akibat panas perbedaan temperatur permukaan (surface heat) dan masukan airtawar (freshwater fluxes) sehingga mempengaruhi kadar garam air laut.

Continue reading ‘Peranan Laut dalam Perkembangan Iklim Global’

International Marine Conservation Congress (IMCC) 2009

•May 9, 2009 • 3 Comments

Acara akbar bertajuk Konservasi Kelautan akan digelar pada tanggal 20-24 Mei 2009 bertempat di George Mason University,Washington D.C. Amerika Serikat.

Pertemuan ini akan melibatkan bermacam multidisiplin bidang dan kalangan. Mulai dari Ilmuwan (eksak maupun non eksak/sosial), Manager, Pembuat Kebijakan, dan Masyarakat umum. Karena sasaran IMCC adalah untuk memasyarakatkan konservasi, dengan output berupa kebijakan publik yang dapat diimplementasikan.

Topik bahasan utama IMCC meliputi:

  • Global Climate Change
  • the Land-Sea Interface
  • Ecosystem-based Management, and
  • Poverty and Globalization

Continue reading ‘International Marine Conservation Congress (IMCC) 2009’

Durian..manis, dan PAHITnya…?

•May 6, 2009 • 2 Comments

Di sekitar awal tahun biasanya di Ambon merupakan musim buah yang banyak digandrungi orang… ya, musim DURIAN!! Buah yang memiliki nama latin Durio zibethinus merupakan jenis tanaman monokotil yang mampu tumbuh hingga ketinggian mecapai belasan meter.

duren2Rasanya yang manis dan terkadang sedikit pahit membuat banyak kalangan yang tergila-gila dengan buah yang satu ini. Hingga banyak orang gak sayang merogoh sakunya cukup dalam demi mencicipi nikmatnya rasa buah durian.. Buah yang memiliki kandungan beberapa vitamin seperti vit.B1,B2,dan vit.C ini merupakan tumbuhan tropik asal Asia Tenggara.

Namun sayang, dibalik nikmatnya rasa durian ternyata menyisakan kepahitan bagi di lingkungan kita. Hal ini karena masalah limbah KKD (kulit kosong durian) yang dibuang secara sembarangan bahkan terkesan sporadis bertebaran di berbagai tempat. Padahal, kemampuan alam untuk mencerna sampah-sampah tersebut (ato biasa dikenal daya dukung lingkungan) cukup lama…

Continue reading ‘Durian..manis, dan PAHITnya…?’